Hasil Praktikum Eksoterm dan Endoterm



PRAKTIKUM
Reaksi Eksoterm dan Endoterm
A.      Tujuan  : Membedakan reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm) dan reaksi yang menyerap kalor (endoterm)

B.      Alat dan Bahan
Alat        :
1)      Tabung reaksi                                            2 buah
2)      Gelas kimia                                                 1 buah
3)      Gelas ukur 50ml                                        1 buah
4)      Spatula                                                         1 buah
5)      Batang pengaduk                                     1 buah
6)      Pipet tetes                                                  1 buah
7)      Thermometer                                           1 buah
8)      Kapas                                                            1 buah
Bahan   :
1)      NaOH padat
2)      Aquadest
3)      NH4Cl
4)      Ba (OH)2















C.      Prosedur Kerja
1)      Siapkan gelas kimia, lalu masukan 50ml aquadest, ukur suhunya menggunakan thermometer. Catat suhunya.
2)      Masukkan 3 spatula NaOH padat kedalam gelas kimia tersebut, aduk.
3)      Rasakan perubahan suhu dengan memegang gelas kimia. Ukur suhunya menggunakan thermometer dan catat.
4)      Siapkan tabung reaksi, lalu masukkan 1 spatula NH4Cl dan 1 spatula Ba (OH)2 ke dalam tabung reaksi.
5)      Tutup mulut tabung reaksi dengan kapas.
6)      Rasakan perubahan suhu dengan memegang tabung reaksi.
7)      Catat hasil pengamatan

D.      Data Hasil Pengamatan
Percobaan ke
T sebelum reaksi oC
T sebelum reaksi oC
I
29oc
39oc (hangat)
II



E.       Pembahasan
*      Reaksi eksoterm yaitu reaksi yang membebaskan kalor ,kalor mengalir dari system ke lingkungan (terjadi penurunan entalpi), entalpi produk lebih kecil dari pada entalpi pereaksi. Oleh karena itu, perubahan entalpinya bertanda negatife. Pada reaksi eksoterm umumnya suhu system menjadi naik, adanya kenaikan suhu inilah yang menyebabkan system melepas kalor ke lingkungan.
Reaksi eksoterm : DH=HP-HR <0 atau DH=(-)
*      Reaksi endoterm yaitu reaksi yang mengeluarkan kalor, kalor mengalir dari lingkungan ke system (kenaikan entalpi), entalpi produk lebih besar daripada entalpi pereaksi. Oleh karena itu, perubahan entalpinya bertanda positif. Pada reaksi endoterm umumnya suhu system terjadi penurunan, adanya penurunan suhu inilah yang menyebabkan system menyerap kalor dari lingkungan.
Reaksi endoterm : DH=HP-HR>0 atau DH=(+)


F.       Kesimpulan
Reaksi endoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari lingkungan ke system (kalor diserap oleh system kalor dari lingkungannya), ditandai dengan adanya penurunan suhu lingkungan disekitar system.
Reaksi eksoterm adalah reaksi yang disertai dengan perpindahan kalor dari system ke lingkungan (kalor dibebaskan oleh system ke lingkungannya), ditandai dengan adanya kenaikan suhu lingkungan disekitar system.

Comments

Popular posts from this blog

TEKNIK PENGOLAHAN BAHAN PANGAN

Materi Prakarya Evaluasi Hasil Usaha

Perlawanan Aceh terhadap VOC

Manusia Purba Homo Rhodesiensis atau Homo Africanus

Cara Membuat Kotak Pensil dari Tempurung Kelapa